News

AS Pertimbangkan Pangkas Tarif Aluminium Demi Ringankan Beban Konsumen

Moskow (KABARIN) - Pemerintah Amerika Serikat lagi mempertimbangkan buat menurunkan sebagian tarif baja dan aluminium. Langkah ini muncul setelah banyak ekonom ngingetin kalau kebijakan tarif justru bikin warga AS makin terbebani biaya hidup, seperti dilaporkan Financial Times berdasarkan sumber internal pemerintahan.

Pejabat dari Departemen Perdagangan AS dan Perwakilan Perdagangan AS sepakat kalau tarif tersebut langsung terasa ke masyarakat. Dampaknya kelihatan dari harga barang sehari-hari yang ikut naik, mulai dari loyang kue sampai kaleng minuman dan makanan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan klaim Donald Trump sebelumnya yang bilang beban tarif bakal ditanggung perusahaan asing, bukan rakyat Amerika.

Laporan itu juga menyebut pemerintah sedang mengevaluasi ulang daftar produk yang dikenai tarif. Tujuannya buat mengecualikan beberapa barang tertentu, menghentikan perluasan daftar tarif, dan memfokuskan penyelidikan keamanan nasional hanya pada produk-produk yang dianggap sensitif.

Pada April 2025, AS sempat memberlakukan bea masuk terhadap produk dari 185 negara dan wilayah. Sebelumnya, Februari 2025, Trump menginstruksikan tarif 25 persen untuk impor aluminium yang mulai berlaku 12 Maret 2025 tanpa pengecualian besar.

Kebijakan itu makin diperketat pada Juni 2025, saat tarif aluminium dan produk turunannya kembali dinaikkan hingga 50 persen.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: